Setelah menyelesaikan Intensive Course, peserta GerakDampak Academy 2026 mulai menerapkan pembelajaran melalui berbagai aksi sosial di daerah masing-masing dengan pendampingan dari Indika Foundation dan para mentor.
Rangkaian GerakDampak Academy 2026 berlanjut setelah Intensive Course yang berlangsung pada 14–19 Juli 2026 di Jakarta. Sebanyak 30 peserta atau Sobat Perdamaian kini memasuki tahap Aksi Nyata, yaitu mengimplementasikan gagasan sosial di komunitas masing-masing.
Dalam tahap ini, Indika Foundation bersama para mentor memberikan pendampingan melalui sesi mentoring daring dan monitoring langsung di lapangan. Pada Juli hingga September 2026, setiap peserta mengikuti sedikitnya dua sesi mentoring daring.
Sesi pertama berfokus pada penyempurnaan rencana aksi, sementara sesi berikutnya membantu peserta mempersiapkan pelaksanaan program, mulai dari strategi kegiatan hingga tantangan yang mungkin dihadapi di lapangan.
Selain mentoring, tim Indika Foundation juga melakukan monitoring langsung ke sejumlah lokasi. Hingga September 2026, kunjungan telah dilakukan di Jakarta, Semarang, dan Bandar Lampung.
Edukasi Manajemen Stres untuk Pelajar di Jakarta
Di Jakarta, Hanindhia Adzkiya Muthi (Hanin) menjalankan program “Here to Heal: Kelola Stres, Raih Sukses!” pada 26 Agustus 2026.
Program ini memberikan pelatihan manajemen stres kepada 19 siswa SMA Islam PB Soedirman Cijantung. Bersama narasumber dari Fakultas Psikologi UIN Jakarta, para peserta diajak mengenali pemicu stres dan memahami cara mengelolanya dalam kehidupan sehari-hari.
Bagi Hanin, program tersebut menjadi ruang untuk menerapkan pembelajaran yang diperoleh selama GerakDampak Academy sekaligus menjawab isu yang dekat dengan kehidupan pelajar.
Kampanye Udara Bersih Libatkan 50 Pelajar di Semarang
Di Semarang, Abi Umaroh mengangkat isu kesehatan publik melalui program Youth Clean Air Movement for Tobacco Control Semarang (YCAM-TCS).
Program ini melibatkan 50 pelajar SMP dan SMA untuk meningkatkan pemahaman mengenai bahaya produk tembakau, hak atas udara bersih, serta mekanisme pengawasan dan pelaporan pelanggaran Kawasan Tanpa Rokok (KTR).
YCAM-TCS terdiri dari empat sesi edukasi daring dan satu sesi luring yang dilaksanakan pada 6 September 2026. Kegiatan ini juga melibatkan sejumlah pemangku kepentingan, antara lain Wakil Wali Kota Semarang, Dinas Kesehatan Kota Semarang, Satpol PP Kota Semarang, serta Komite Nasional Pengendalian Tembakau.
Kolaborasi ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran pelajar sekaligus mendorong mereka untuk ikut menciptakan lingkungan yang lebih sehat.


Edukasi Kesehatan Reproduksi bagi Anak dengan Disabilitas di Bandar Lampung
Sementara itu, Syifa Rahmadinny menjalankan program “TUTUR LINDUNGI” di Bandar Lampung pada 12 September 2026.
Program ini memberikan edukasi kesehatan reproduksi kepada 15 anak dengan disabilitas, khususnya anggota komunitas Sahabat Difabel Lampung.
Materi disampaikan melalui cerita dan permainan edukatif agar lebih mudah dipahami. Peserta diajak mengenali konsep otoritas tubuh sebagai bagian dari upaya melindungi diri dari risiko kekerasan dan eksploitasi seksual.
Dalam pelaksanaannya, Syifa berkolaborasi dengan Sahabat Difabel Lampung dan PKBI Lampung untuk memastikan pendekatan yang digunakan lebih inklusif dan sesuai dengan kebutuhan peserta.
Dari Pembelajaran Menjadi Aksi
Ketiga program tersebut menunjukkan bagaimana peserta GerakDampak Academy menerjemahkan pembelajaran yang diperoleh menjadi kegiatan yang menjawab persoalan di lingkungan masing-masing.
Isu yang diangkat pun beragam, mulai dari kesehatan mental, udara bersih, hingga perlindungan kelompok rentan. Kesamaan dari setiap program terletak pada keberanian peserta untuk mengidentifikasi masalah, membangun kolaborasi, dan mulai menjalankan solusi di tingkat komunitas.
Melalui tahap Aksi Nyata, Indika Foundation tidak hanya mendampingi peserta dalam menjalankan program, tetapi juga memberikan ruang bagi mereka untuk mengasah kemampuan kepemimpinan, bekerja bersama berbagai pihak, dan belajar langsung dari proses di lapangan.
Bagi GerakDampak Academy, pembelajaran tidak berhenti setelah sesi kelas selesai. Tahap Aksi Nyata menjadi kesempatan bagi para peserta untuk menguji gagasan, belajar dari pelaksanaan, dan melihat secara langsung bagaimana sebuah inisiatif dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.




