Sebagai program pengembangan kepemimpinan dari Indika Foundation, GerakDampak Academy 2026 membekali generasi muda dengan kemampuan memimpin, berkolaborasi, dan menjalankan aksi sosial di daerah masing-masing.
Indika Foundation kembali menyelenggarakan Intensive Course GerakDampak Academy 2026 pada 14–19 Juli 2026 di Jakarta. Program pengembangan kepemimpinan ini mempertemukan 30 Sobat Perdamaian dari 17 provinsi yang terpilih dari total 1.081 pendaftar asal 37 provinsi.
Selama enam hari, peserta mengikuti pembelajaran intensif mengenai kepemimpinan, kolaborasi, dan perancangan aksi sosial. Mereka juga mulai menyusun rencana Aksi Nyata yang akan dijalankan di daerah masing-masing setelah program pelatihan berakhir.
GerakDampak Academy merupakan salah satu program Indika Foundation untuk mendorong lahirnya pemimpin muda yang mampu melihat persoalan di sekitarnya, bekerja bersama berbagai pihak, dan menghadirkan solusi yang berdampak bagi masyarakat.
Pembelajaran dalam program ini mengacu pada kurikulum HARMONI yang dikembangkan Indika Foundation. Kurikulum tersebut berfokus pada tiga pilar utama, yaitu Lead Self, Lead Others, dan Lead Change. Melalui pendekatan ini, peserta diajak memahami bahwa kepemimpinan dimulai dari kemampuan mengenali diri sendiri, membangun kerja sama dengan orang lain, lalu menggerakkan perubahan di lingkungan sekitar.
Belajar dari Praktik Keberlanjutan
Selain mengikuti sesi di kelas, para peserta juga mendapatkan pengalaman lapangan melalui kunjungan ke sejumlah lokasi. Salah satunya adalah kunjungan ke pabrik ALVA di Cikarang pada 16 Juli 2026.
Dalam kunjungan tersebut, para Sobat Perdamaian berdialog dengan tim Sustainability Indika Energy dan ALVA mengenai penerapan prinsip keberlanjutan di dunia industri. Diskusi ini membahas bagaimana kepemimpinan yang berintegritas, kolaborasi lintas fungsi, dan inovasi dapat diterapkan untuk menciptakan manfaat bagi masyarakat.
Senior Manager Sustainability Indika Energy, Rewina Isnanto, menyampaikan pentingnya keberanian untuk terus belajar dan memperbaiki diri dalam setiap proses menciptakan dampak.
“Jangan takut menceritakan perjalanan dan hasil yang telah kita capai, apapun hasilnya. Yang terpenting adalah terus belajar, terus memperbaiki diri, tanpa pernah mengorbankan integritas,” ujarnya.
Pesan serupa disampaikan Purbaja Pantja, CEO ALVA sekaligus Sekretaris Indika Foundation. Ia menekankan bahwa kepemimpinan perlu diwujudkan melalui tindakan, bukan hanya gagasan.
“Perubahan tidak cukup hanya dibicarakan. Yang terpenting adalah mewujudkannya melalui aksi nyata,” ungkap Purbaja. Menurutnya, nilai tersebut juga tercermin dalam budaya kerja di ALVA. Kepemimpinan dimulai dari kemampuan memimpin diri sendiri sebelum memimpin orang lain, sejalan dengan semangat yang dibangun dalam GerakDampak Academy.
Melihat Langsung Praktik Baik di Masyarakat
Selain ALVA, peserta juga mengunjungi Pojok 3R, Gereja Katolik Santo Servatius Kampung Sawah, dan SOS Children’s Village.
Melalui kunjungan tersebut, peserta belajar mengenai pengelolaan lingkungan, kerukunan antarumat beragama, kesetaraan akses, serta pemberdayaan masyarakat. Pengalaman ini memberi ruang bagi peserta untuk melihat langsung bagaimana kolaborasi dan kepemimpinan dapat diterapkan dalam berbagai konteks sosial.
Bagi Alya, salah satu Sobat Perdamaian asal Jawa Timur, pengalaman selama mengikuti GerakDampak Academy memperkuat pemahamannya bahwa perubahan membutuhkan komitmen untuk bertindak.
“Melalui GerakDampak Academy, aku menyadari bahwa banyak orang bisa melihat masalah di sekitarnya dan tahu apa yang perlu dilakukan. Tapi tanpa komitmen untuk bertindak, perubahan tidak akan benar-benar terjadi,” tuturnya.
Berlanjut ke Aksi Nyata di Daerah
Setelah menyelesaikan Intensive Course, para Sobat Perdamaian akan memasuki tahap Aksi Nyata. Pada tahap ini, peserta akan mengimplementasikan proyek sosial di daerah masing-masing dengan pendampingan mentor.
Melalui GerakDampak Academy, Indika Foundation mendorong generasi muda untuk tidak berhenti pada kepedulian, tetapi melanjutkannya menjadi aksi yang terukur dan relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Dengan bekal kepemimpinan, kolaborasi, serta pengalaman lapangan, para peserta diharapkan dapat membawa dampak positif di daerahnya masing-masing dan menjadi bagian dari lahirnya pemimpin muda yang siap berkontribusi bagi Indonesia.
