WEF 2026: Indika Energy Tegaskan Komitmen Dukung Percepatan Transisi Energi Indonesia

Strategi terukur demi pertumbuhan berkelanjutan dan ketahanan energi nasional

Indika Energy menegaskan komitmennya dalam mendukung percepatan transisi energi Indonesia dalam forum global World Economic Forum (WEF) Annual Meeting 2026 yang digelar di Davos, Swiss.

Pada 21 Januari 2026, Azis Armand, Direktur Utama dan Group CEO Indika Energy, hadir sebagai panelis dalam diskusi di Indonesia Pavilion. Diskusi ini dipandu oleh Jon Moore, CEO BloombergNEF, dengan tema “Powering the Future: Indonesia’s Strategy for a Just and Ambitious Energy Transition.”

Forum ini membahas strategi Indonesia dalam mempercepat transisi energi secara adil dan ambisius, dengan tetap menjaga ketahanan energi nasional, mendorong pertumbuhan ekonomi, serta mencapai target net-zero pada 2050.

Dalam diskusi ini, Azis menekankan bahwa bagi Indika Energy, transisi energi harus dijalankan secara terukur dan bertahap, dengan mempertimbangkan aspek keberlanjutan bisnis. “Sebagian besar aset kami saat ini masih berada di sektor dengan intensitas karbon tinggi. Karena itu, kami secara bertahap mengalihkan portofolio ke sektor dengan intensitas karbon yang lebih rendah. Dalam proses transisi ini, prioritas utama kami adalah menjaga ketahanan dan keberlanjutan bisnis,” ujarnya.

Sebagai bagian dari strategi transformasi, Indika Energy menargetkan kontribusi pendapatan dari sektor non-batubara mencapai 50% pada 2028. Hingga periode sembilan bulan 2025 (9M25), kontribusi pendapatan non-batubara telah mencapai 19%, dengan lebih dari 90% investasi baru perusahaan dialokasikan ke sektor non-batubara.

Setiap investasi harus memberikan nilai tambah bagi perusahaan dan mendukung pertumbuhan jangka panjang yang berkelanjutan

Langkah ini mencerminkan transformasi Indika Energy dari perusahaan yang berfokus pada batubara menjadi perusahaan investasi terdiversifikasi dengan orientasi keberlanjutan. Meski demikian, Azis menegaskan bahwa setiap inisiatif transisi energi harus didasarkan pada fundamental ekonomi yang kuat.

“Setiap investasi harus memberikan nilai tambah bagi perusahaan dan mendukung pertumbuhan jangka panjang yang berkelanjutan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Azis menyoroti peran strategis sektor swasta dalam mendukung agenda keberlanjutan nasional. Menurutnya, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci untuk memaksimalkan potensi Indonesia dalam transisi energi.

“Sebagai perusahaan swasta, kami terus mengeksplorasi cara untuk memanfaatkan keunggulan kompetitif Indonesia, sekaligus berkolaborasi dengan sektor publik, BUMN, dan para pemangku kepentingan lainnya dalam mendukung agenda keberlanjutan,” katanya.

Saat ini, Indika Energy menerapkan pendekatan berbasis portofolio dengan memperluas investasi ke berbagai sektor rendah karbon, termasuk kendaraan listrik, nature-based solutions, serta layanan digital – sebagai bagian dari strategi jangka panjang perusahaan menuju pertumbuhan yang berkelanjutan dan inklusif.