Dari Jalan Kota hingga Jalur Logistik, Indika Energy Percepat Revolusi Kendaraan Listrik di Indonesia

Kolaborasi strategis Indika Energy dorong elektrifikasi transportasi publik dan logistik menuju target nasional Net-Zero 2060.

Transformasi menuju transportasi rendah emisi di Indonesia kian menunjukkan perkembangan. Melalui sejumlah inisiatif dan kolaborasi strategis, Indika Energy Group memperkuat komitmennya dalam membangun ekosistem kendaraan listrik (electric vehicle/EV) yang terintegrasi, baik di sektor transportasi publik maupun logistik.

Sebagai bagian dari upaya mendukung transisi transportasi publik berbasis listrik di Semarang, Jawa Tengah, PT Energi Makmur Buana (INVI) bekerja sama dengan Trans Semarang meluncurkan uji coba operasional bus listrik. Dalam program tersebut, INVI menghadirkan bus listrik merek HIGER, produsen kendaraan komersial listrik yang memiliki pengalaman internasional.

Uji coba dilakukan di berbagai koridor layanan Trans Semarang, meliputi koridor utama BRT, koridor feeder, serta layanan malam hari. Pendekatan ini bertujuan untuk menguji performa bus dalam beragam kondisi operasional, termasuk kapasitas penumpang, pola perjalanan, dan jam layanan.

INVI juga menyiapkan dukungan teknis melalui mekanik tersertifikasi dan bengkel resmi sesuai standar pabrikan, ketersediaan suku cadang, serta penerapan standar keselamatan dan kesehatan kerja (HSE) guna menjaga keandalan operasional.

Alif Sasetyo, Direktur Utama PT Energi Makmur Buana, mengatakan uji coba ini menjadi fondasi sebelum implementasi dalam skala lebih luas.

“Melalui uji coba operasional di berbagai koridor ini, kami ingin memastikan bahwa bus listrik dapat beradaptasi dengan kebutuhan layanan yang beragam, baik dari sisi kapasitas, pola operasi, maupun jam layanan,” ujarnya.

Selain uji coba operasional, INVI juga merencanakan perakitan lokal melalui skema Completely Knocked Down (CKD) yang akan dijalankan oleh PT INVI Manufaktur Andalan Indonesia (IMAI). Fasilitas tersebut direncanakan mulai beroperasi pada 2027. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kandungan lokal sekaligus memperkuat ekosistem industri kendaraan listrik nasional.

Tidak hanya di sektor transportasi publik, Indika Energy Group juga memperluas pengembangan kendaraan listrik di sektor logistik melalui anak usahanya, KALISTA.

Sebagai penyedia ekosistem kendaraan listrik komersial, KALISTA bekerja sama dengan Nusatama dan Toyota Tsusho Indonesia dalam uji coba kendaraan listrik berat (Heavy Duty Electric Vehicle). Kendaraan tersebut akan digunakan untuk mendukung operasional Toyota Tsusho Indonesia dan dioperasikan oleh Ray Cargo, perusahaan jasa forwarder yang berfokus pada operasional rendah karbon.

Uji coba berlangsung selama tiga pekan dengan rute Pelabuhan Tanjung Priok menuju Toyota Tsusho Logistics Center di Cikarang. Rute tersebut merupakan jalur distribusi utama barang ekspor dan impor dengan kapasitas muatan beragam.

Selama periode uji coba, evaluasi dilakukan secara menyeluruh, meliputi parameter operasional seperti jarak tempuh, kapasitas angkut, perilaku pengemudi, serta efisiensi pengisian daya. Selain itu, penilaian juga mencakup konsumsi energi, efisiensi biaya, keandalan teknis, dukungan perawatan, serta potensi pengurangan emisi karbon dalam operasional harian.

Aldriani Meliala, Direktur Toyota Tsusho Indonesia, menyatakan bahwa uji coba ini menjadi langkah konkret dalam mendorong inovasi logistik berkelanjutan.

“Kontainer EV dapat diimplementasikan secara efektif dalam operasional logistik harian, sekaligus mendorong inovasi dan keterlibatan di sektor logistik menuju masa depan yang berkelanjutan dalam upaya mengurangi emisi Scope 3,” katanya.

Unit yang digunakan dalam uji coba tersebut adalah truk listrik Beiben V3 Tractor Head 6×4 dengan kapasitas baterai 423 kWh. Kendaraan ini mampu menempuh jarak hingga 200 kilometer pada penggunaan 80 persen daya, dengan kapasitas angkut hingga 100 ton. Pengisian daya dilakukan satu kali di fasilitas DC charger berkapasitas 320 kWh milik Nusatama di depot Narogong.

Albert Aulia Ilyas, Direktur Utama KALISTA, mengatakan program ini dirancang sebagai solusi end-to-end sehingga pelanggan dapat menilai performa unit secara menyeluruh dalam kondisi operasional nyata.

Ia menambahkan, skema tersebut diharapkan dapat mempercepat implementasi truk listrik di sektor logistik nasional sekaligus berkontribusi pada pencapaian target Net-Zero nasional pada 2060.

Keandalan dan efisiensi operasional juga diperkuat melalui sistem K-Move, platform Internet of Things (IoT) milik KALISTA yang memungkinkan pemantauan kendaraan secara real-time.

Melalui inisiatif di sektor transportasi publik dan logistik berat, Indika Energy Group membangun ekosistem kendaraan listrik yang terintegrasi, mulai dari penyediaan unit, infrastruktur pengisian daya, hingga sistem pemantauan digital. Langkah ini menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam mempercepat transisi menuju mobilitas rendah karbon di Indonesia.