Pembangkit listrik tenaga surya terbesar di Paser, Kalimantan Timur, ini menjadi bukti nyata komitmen Indika Energy untuk masa depan yang lebih hijau, sekaligus membuktikan bahwa efisiensi operasional dan tanggung jawab lingkungan dapat berjalan beriringan.
Sebuah langkah besar menuju masa depan energi berkelanjutan kini terwujud di Batu Kajang, Kabupaten Paser, Kalimantan Timur. Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 360 kW milik Kideco Jaya Agung (Kideco) resmi beroperasi penuh, menandai komitmen nyata Indika Energy dalam mendukung transisi menuju energi bersih.
Dengan hadirnya PLTS ini, ketergantungan operasional Kideco terhadap bahan bakar fosil akan berkurang signifikan. Dampaknya tak hanya pada efisiensi energi, tetapi juga pada peningkatan kualitas udara dan lingkungan di sekitar area tambang.
Proyek yang dimulai sejak Maret 2025 ini berdiri di atas lahan seluas 8.000 meter persegi dan dirancang dengan teknologi modern:
- 1.420 panel surya (photovoltaic) yang mampu menghasilkan total 1.008 kilowatt peak (kWp).
- Lima inverter untuk mengonversi energi matahari menjadi listrik.
- Empat unit Battery Energy Storage System (BESS) dengan kapasitas penyimpanan hingga 860 kilowatt hour (kWh), menjaga pasokan listrik tetap stabil.
Selama 10 jam setiap hari, mulai pukul 07.00 hingga 17.00 WITA, seluruh kebutuhan listrik operasional sebesar 360 kW dipasok sepenuhnya oleh energi bersih dari matahari.
Dalam acara peresmian yang dihadiri jajaran manajemen Indika Energy dan Kideco, Direktur Utama Indika Energy Azis Armand menegaskan bahwa pembangunan PLTS ini sejalan dengan visi jangka panjang perusahaan. “Pembangunan PLTS ini bukan hanya langkah strategis untuk mendukung target dekarbonisasi, tetapi juga bukti komitmen kami dalam menerapkan praktik operasional yang berkelanjutan,” ujarnya.
Direktur Utama Kideco, Mohammad Kurnia Ariawan, menambahkan bahwa PLTS ini menjadi bukti bahwa efisiensi energi dan tanggung jawab lingkungan dapat diwujudkan bersamaan. “Inisiatif ini memperlihatkan bagaimana operasi pertambangan dapat dilakukan secara lebih efisien sekaligus ramah lingkungan,” katanya.
Selain manfaat lingkungan, proyek ini juga memberikan efisiensi finansial yang signifikan. Kideco memperkirakan penghematan bahan bakar mencapai 250.000–350.000 liter per tahun. Penghematan tersebut tidak hanya menekan biaya operasional, tetapi juga secara langsung menurunkan emisi karbon.
Indika Energy berharap inisiatif ini dapat menjadi inspirasi dan membuka peluang pengembangan energi baru terbarukan (EBT) lainnya di masa depan. Langkah ini menempatkan Indika Energy dan Kideco sebagai pelopor dalam agenda keberlanjutan nasional.
Acara peresmian turut dihadiri oleh Direktur Utama Empat Mitra Indika Tenaga Surya (EMITS) Yovie Priadi, Direktur Utama Sumber Multi Energi Penajam (SMEP) Rico Syah Alam, serta jajaran manajemen Kideco.




