Menjadi “Kartini” Sesungguhnya di Indika Energy

Indika Energy Group terus berkomitmen terhadap pemberdayaan perempuan dalam berbagai kebijakan yang telah dilakukan secara konkret.

Sosok Kartini setiap tahunnya selalu didengungkan sebagai representasi perjuangan perempuan Indonesia untuk menjadi lebih berdaya. Saat ini, 118 tahun setelah Kartini wafat pada 1904, apakah perempuan di Tanah Air sudah berdaya dengan layak? Bagaimana dengan di Indika Energy sendiri?

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Bintang Puspayoga dalam acara refleksi akhir tahun, Desember 2021 lalu menyatakan perlindungan terhadap perempuan yang sampai saat ini masih menjadi kelompok yang sangat rentan mendapatkan kekerasan, merupakan bagian dari pemenuhan hak asasi manusia yang dijamin oleh UUD 1945. “Satu tolak ukur pencapaian prioritas nasional peningkatan sumber daya manusia yang berkualitas dan berdaya saing dalam RPJMN 2020–2024 adalah menurunnya tingkat prevalensi nasional terhadap kekerasan perempuan dan anak,” ucap Bintang.

Kita boleh sedikit bernafas lega, karena hasil Survei Pengalaman Hidup Perempuan Nasional tahun 2021 yang dilakukan Kementerian PPPA menunjukkan penurunan prevalensi kekerasan terhadap perempuan dibandingkan tahun 2016. Baik itu kekerasan yang dilakukan oleh pasangan, maupun kekerasan yang dilakukan oleh selain pasangan.

Dari aspek ekonomi, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menjelaskan berbagai upaya telah dilakukan Indonesia dalam mendukung kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan. “Penganggaran berbasis gender telah dipromosikan di Indonesia,” ujar Menkeu pada diskusi yang diselenggarakan World Bank, Januari lalu.

Berbagai instrumen digunakan untuk mendukung kesetaraan gender, terutama terkait dengan peluang ekonomi. “Kami memberikan dukungan yang cukup banyak untuk usaha kecil dan menengah, sektor informal, terutama perempuan. Kami memberikan akses permodalan bagi sebagian besar perempuan dalam partisipasi angkatan kerja di sektor informal,” ujar Menkeu.

Perempuan harus semangat mewujudkan aspirasi dan passionnya, menghilangkan stigma dan keraguan serta alasan lainnya yang membatasi diri, ini adalah salah satu improvement konkret untuk menunjang women empowerment di Indika Energy.

Peran penting perempuan sendiri tidak hanya bisa berdampak pada pertumbuhan ekonomi, namun juga hingga aspek pertumbuhan ekonomi yang tanpa merusak lingkungan (green growth). Kajian FAO “Tackling Climate Change through Rural Women’s Empowerment” (2017) menggarisbawahi peran penting perempuan dalam aksi-aksi adaptasi dan mitigasi terhadap dampak perubahan iklim yang dapat mereka lakukan di berbagai sektor: pertanian, peternakan, perikanan, kehutanan, energi, air dan pengelolaan lahan.

Perhatian besar Indonesia pada isu ini tentu tidak terlepas dari perkembangan yang terjadi di dunia. Kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan merupakan salah satu prioritas dari 17 Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals), yaitu SDG 5 ‘Kesetaraan Gender’. 

Hal ini meliputi mengakhiri segala bentuk diskriminasi terhadap perempuan, menghapuskan segala bentuk kekerasan terhadap perempuan di ruang publik dan pribadi, menjamin partisipasi penuh dan efektif dan kesempatan yang sama bagi perempuan untuk memimpin di semua tingkat pengambilan keputusan dalam kehidupan ekonomi, politik dan masyarakat.

McKinsey Global Institute Report (2015) sendiri menyebutkan bahwa US$ 12 triliun dapat ditambahkan pada GDP global sampai 2025 dengan memberdayakan kesetaraan perempuan. Dalam skala hubungan internasional, Indonesia turut mempromosikan Women-20 (W20), engagement group G20 yang membentuk jaringan pemberdayaan perempuan untuk mendorong adopsi komitmen G20 dalam isu perempuan. W20 fokus pada empat isu prioritas, yakni diskriminasi dan kesetaraan perempuan, inklusi ekonomi untuk pemberdayaan perempuan, peningkatan perempuan pedesaan dan penyandang disabilitas, serta peningkatan pelayanan kesehatan ibu dan anak.

Pada skala Indika Energy Group, perusahaan terus berkomitmen menjaga kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan lewat berbagai program dan inisiatif. Indika Energy berkomitmen menerapkan peluang, upah, dan manfaat yang setara untuk pekerjaan yang bernilai setara. Tidak membedakan gaji dan kompensasi berdasarkan jenis kelamin. Perusahan juga mendorong keterwakilan perempuan dalam bisnis dan manajemen di semua tingkatan, terutama di manajemen menengah dan senior.

Dari sisi pengembangan kemampuan dan karir, perusahaan yang bernaung dalam Indika Energy Group juga telah memperlihatkan komitmennya dengan menyediakan ragam pelatihan, bimbingan, dan advokasi untuk membantu wanita dalam peran kepemimpinan membina hubungan dengan para pemimpin senior untuk memajukan karir mereka. 

Sebut saja program pendampingan perempuan-untuk-perempuan (woman to woman) di Tripatra, yang dimulai pada tahun 2021 untuk memberdayakan dan membina lebih banyak perempuan untuk mengambil peran kepemimpinan dalam perusahaan. 

Desti Octavianthy, Process & Process safety engineer di Tripatra pun merasakan cukup besar tantangan sebagai perempuan yang berkarir dalam mengelola waktu pekerjaan, keluarga hingga bersosial. Tetapi Pekerjaan apapun sebagai seorang perempuan tidaklah mudah, namun saya yakin lelahnya seorang perempuan akan membuahkan kebaikan yang kebermanfaatannya dapat dirasakan oleh orang-orang sekelilingnya.

Seperti halnya saat memperingati Hari Kartini tahun lalu, Indika Energy Group mengadakan diskusi bertema kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan dengan mengundang para pemimpin dan karyawan perempuan di dalam grup untuk berbagi cerita dan aspirasi mereka.

Tidak ada perbedaan kesempatan dalam berkarir Indika Energy. Saya melihat banyak pemimpin wanita memiliki karir yang baik sehingga menginspirasi saya lebih berprestasi lagi.

Pada saat itu Retina Rosabai, Director and Group Chief Financial Officer Indika Energy menuturkan bahwa perempuan memiliki banyak peran,”Be bold, be courageous, be your best”. Tegas, berani, dan menjadi versi terbaik dari diri kita sendiri. Bagi saya, leaders are leaders. Di Indika Energy, semua karyawan baik laki-laki maupun perempuan memiliki kesempatan yang sama untuk berprestasi dan berkembang menjadi seorang pemimpin”.

Indika Energy Group terus melakukan pembinaan perempuan terutama yang berada di posisi eksekutif dan manajemen tingkat menengah, untuk dapat mempersiapkan diri atau mengisi posisi dan peran strategis yang lebih tinggi. Pada tahun 2021, 36% eksekutif dan manajer tingkat menengah di Indika Energy (Holding) adalah perempuan.

Berbagai inisiatif yang telah dilakukan mendapat sambutan positif dari karyawan. Suwinda Sabrina, Supervisor Geotechnical Engineering Kideco misalnya melihat, semua perempuan yang berada di Indika Energy Group mempunyai kesempatan dan jenjang karir yang sama, serta dapat berekspresi dan berkembang sesuai dengan pekerjaan yang digelutinya saat ini.

“Perempuan harus semangat mewujudkan aspirasi dan passionnya, menghilangkan stigma dan keraguan serta alasan lainnya yang membatasi diri”, tuturnya. Suwinda lantas mencontohkan Leadership Program dengan sistem promosi jabatan yang memacu perempuan dengan skills, experience dan kepercayaan diri untuk berada pada posisi strategis perusahaan. “Ini adalah salah satu improvement konkret untuk menunjang women empowerment di Indika Energy,” tambahnya. 

Indika Energy juga memperhatikan keseimbangan kerja-keluarga melalui berbagai kebijakan bagi perempuan mulai dari perekrutan, penugasan kerja, pelatihan, kondisi kerja. Perusahaan memfasilitasi kebutuhan menyusui di tempat kerja, cuti melahirkan dan cuti melahirkan yang dibayar, yang selaras dengan persyaratan peraturan nasional. Selain itu, Indika Energy juga menawarkan cuti haid untuk mengakomodasi kebutuhan kesehatan khusus perempuan. 

“Sebagai seorang istri yang berkarir, menjadi tantangan untuk saya menyeimbangkan pekerjaan, keluarga, dan bermasyarakat. Namun, dengan time management dan skala prioritas yang baik, memudahkan untuk saya tetap bisa menyelesaikan pekerjaan tanpa mengabaikan keluarga dan bersosialisasi,” tutur Andita Dhanasti Asry, Senior Human Capital Operation Officer Indika Energy.

Saat perempuan memutuskan untuk berkarir, ia harus dapat menjawab tantangan dengan mampu mengoptimalkan diri dengan memberikan value yang lebih untuk perusahaan. Semua tantangan yang ada bisa ditaklukkan selama kita punya kemauan yang kuat, kemampuan, serta potensi”, tuturnya. Andita pun melihat dukungan dari perusahaan untuk para karyawan wanita. “Tidak ada perbedaan kesempatan dalam berkarir Indika Energy. Saya melihat banyak pemimpin wanita memiliki karir yang baik sehingga menginspirasi saya lebih berprestasi lagi,” ujarnya.

Indika Energy sejak tahun lalu juga telah menjadi salah satu signatory United Nations Global Compact (UNGC) dan mendukung sepuluh prinsip UNGC tentang hak asasi manusia, tenaga kerja, lingkungan, dan antikorupsi dimana di dalamnya juga mencakup terkait pemberdayaan wanita. Prinsip-prinsip ini sejalan dengan komitmen perusahaan pada aspek Lingkungan, Sosial dan Tata Kelola (ESG).

Semoga komitmen Indika Energy Group dalam pemberdayaan perempuan terus meningkat dari waktu ke waktu, sehingga senantiasa memberikan kontribusi nyata pada peningkatan kualitas isu dalam skala nasional.