Memperkuat Ketahanan Pangan, Tripatra dan Pupuk Kaltim Modernisasi Pabrik Amonia Tertua Indonesia

Memperkokoh Fondasi Pupuk Nasional Melalui Rekayasa Terintegrasi.

PT Tripatra Engineers and Constructors (Tripatra) bersama PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) menyelesaikan proyek peremajaan (revamping) Ammonia Pabrik-2 di Bontang, Kalimantan Timur. Modernisasi ini berhasil menurunkan konsumsi gas hingga 10 persen dan diproyeksikan mengurangi emisi karbon sekitar 110.000 ton CO₂ per tahun.

Pabrik-2 merupakan pabrik amonia tertua di Indonesia yang telah beroperasi sejak 1984 dan menjadi bagian penting dalam mendukung produksi pupuk nasional. Peremajaan dilakukan untuk meningkatkan efisiensi energi, keandalan operasional, dan keberlanjutan fasilitas yang telah berusia lebih dari empat dekade.

Proyek ini dilakukan dalam kondisi pabrik tetap beroperasi (brownfield), sehingga memerlukan perencanaan dan rekayasa teknik yang presisi untuk memastikan kelangsungan produksi.

Sejumlah peningkatan utama dihasilkan dari proyek ini. Konsumsi gas berhasil ditekan hingga 4 MMBtu per ton amonia, yang berkontribusi pada efisiensi energi dan pengurangan biaya produksi. Selain itu, penerapan sistem Distributed Control System (DCS) terbaru meningkatkan akurasi pengendalian proses, keselamatan, dan keandalan operasional.

Dari sisi keselamatan kerja, Tripatra mencatat lebih dari 1,8 juta jam kerja tanpa kecelakaan yang menyebabkan kehilangan waktu kerja (Lost Time Injury/LTI) hingga Desember 2025.

Rahmad Pribadi, Direktur Utama PT Pupuk Indonesia (Persero), menyatakan proyek ini merupakan bagian dari upaya revitalisasi industri pupuk nasional. Ia juga mengapresiasi keterlibatan kontraktor dan tenaga kerja lokal dalam pelaksanaan proyek tersebut.

“Keterlibatan kontraktor nasional menunjukkan kemampuan talenta dalam negeri dalam mengerjakan proyek rekayasa dengan standar global,” ujarnya.

Raymond Naldi Rasfuldi, President Director & CEO Tripatra, mengatakan proyek ini merupakan bagian dari kontribusi perusahaan dalam mendukung efisiensi energi dan agenda transisi energi nasional.

“Melalui solusi rekayasa terintegrasi, kami mendukung peningkatan efisiensi operasional sekaligus berkontribusi pada upaya penurunan emisi dan target net-zero emissions Indonesia,” kata Raymond.

Tripatra, yang telah beroperasi lebih dari 50 tahun, terus mengembangkan layanan rekayasa dan solusi pengelolaan aset industri melalui berbagai unit bisnis, termasuk Asset Solutions dan Sourcing Solutions.

Modernisasi Ammonia Pabrik-2 ini diharapkan dapat memperpanjang umur operasional fasilitas, meningkatkan efisiensi produksi, serta memperkuat peran industri pupuk dalam mendukung ketahanan pangan nasional dan target keberlanjutan Indonesia.