Interport dan Indika Foundation Gelar Pelatihan Pendidikan Karakter untuk Guru

30 orang guru, mendapatkan materi berpikir kritis dan anti-bullying. Materi berpikir kritis sengaja diberikan agar guru dapat memicu pola pikir kritis murid, sementara materi anti-bullying untuk menyikapi kekerasan yang kerap terjadi pada murid. 

Sebanyak 41,1% murid di Indonesia, mengaku pernah mengalami perundungan (bullying). Begitu bunyi hasil riset Programme for International Students Assessment (PISA) 2018. Angka yang mencemaskan, bukan? Mudahnya murid melakukan perundungan dapat terjadi karena minimnya karakter positif yang dimiliki murid seperti empati dan toleransi.

Sementara salah satu kunci pendidikan karakter terletak pada peran tenaga pengajar. Namun sayangnya, tidak semua tenaga pengajar memiliki kemampuan untuk membentuk karakter siswa karena keterbatasan kapasitas dalam mengajarkan karakter tersebut.

Merespon hal tersebut, Indika Energy Group melalui Interport dan Indika Foundation mengadakan rangkaian program Pelatihan Pendidikan Karakter untuk tenaga pengajar di sekitar Kecamatan Balikpapan Barat, Kalimantan Timur. Program bertujuan membentuk pemahaman para tenaga pengajar terkait cara penerapan pendidikan karakter kepada murid lewat proses berpikir kritis dan nilai-nilai perdamaian.

Program ini bertujuan membentuk pemahaman para tenaga pengajar terkait cara penerapan pendidikan karakter kepada murid lewat proses berpikir kritis dan nilai-nilai perdamaian.

Pelatihan yang dilaksanakan pada 24-25 September 2021 dibuka dengan sambutan dari Wien Goerindro selaku Head of Corporate Strategic Affairs Interport, Ronny Pitojo selaku Director of Indika Foundation, serta Muhaimin selaku Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Balikpapan. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Balikpapan mendukung penuh pelatihan ini karena menjadi salah satu langkah bersama untuk membangun karakter murid.

30 orang peserta yang berasal dari tenaga pengajar dari SDN 006, SDN 013 dan SDN 018 Balikpapan Barat, mendapatkan materi berpikir kritis dan anti-bullying dari narasumber Emilia Tiurma Savira, selaku Senior Planning, Impact and Development Officer Indika Foundation.

Materi berpikir kritis sengaja diberikan agar guru dapat memicu pola pikir kritis murid, sementara materi anti-bullying untuk menyikapi kekerasan yang kerap terjadi pada murid. Berbagai interaksi dari peserta menghiasi sesi yang berlangsung. Para guru misalnya berefleksi terkait masalah bullying yang dialami oleh para murid, yang ternyata juga dialami para guru semasa kecil.

Tak hanya selesai dengan mengikuti pelatihan, para peserta masih akan mengikuti berbagai rangkaian kegiatan berikutnya yaitu, lomba esai dan pembuatan mini project, untuk menuangkan gagasan dan ide dari materi pelatihan yang telah mereka dapatkan dari pelatihan. Pengumuman pemenang lomba esai dilakukan pada 8 Oktober 2021. Semoga para guru mendapatkan banyak manfaat dari kegiatan ini dan dapat mempraktikkannya dengan baik, demi masa depan murid yang berkarakter positif.