Aprida Sondang dan Babak Baru Indika Foundation

Melalui kepemimpinan yang berangkat dari mendengar, tumbuh lewat kolaborasi, dan berfokus pada dampak, Aprida Sondang membawa Indika Foundation memasuki fase baru untuk membuka lebih banyak peluang bagi generasi muda.

Tidak semua pemimpin datang dengan membawa perubahan besar di hari pertama. Sebagian memilih memulai dengan sesuatu yang lebih sederhana, tetapi sering kali jauh lebih bermakna dengan mendengar. Itulah yang dilakukan Aprida Sondang Silitonga ketika dipercaya menjadi Managing Director Indika Foundation pada September 2025. Setelah bergabung sebagai Program Director di akhir 2024, ia memilih meluangkan waktu untuk memahami organisasi dari dalam. Ia mengenal tim, mempelajari program yang telah berjalan, dan melihat secara langsung bagaimana dampak dibangun bersama masyarakat.

Bagi Aprida, kepemimpinan bukan tentang menjadi sosok yang memiliki semua jawaban. Kepemimpinan adalah tentang melanjutkan fondasi yang telah dibangun, memperkuat hal-hal yang sudah berjalan baik, dan memastikan organisasi tetap relevan di tengah tantangan yang terus berubah. “Jabatan adalah amanah, bukan identitas. Selama diberi kesempatan memimpin, tugas saya adalah memastikan organisasi ini memberi manfaat yang semakin luas,” ujarnya.

Memimpin dengan Mendengar

Di Indika Foundation, pendekatan Aprida terlihat sejak awal. Ia tidak terburu-buru melakukan perubahan, melainkan memilih memahami terlebih dahulu bagaimana organisasi bekerja dan apa yang dibutuhkan oleh para pemangku kepentingan. Menurutnya, organisasi sosial tidak hanya membutuhkan strategi yang baik, tetapi juga kepercayaan. Dampak yang berkelanjutan lahir ketika organisasi memahami konteks, membangun hubungan yang kuat dengan komunitas, dan terus belajar dari pengalaman di lapangan. Karena itu, gaya kepemimpinannya bertumpu pada tiga hal: mendengar dengan empati, mengambil keputusan secara sadar dan memastikan setiap langkah memiliki tujuan yang jelas. Ketika setiap orang memahami alasan di balik sebuah program, pekerjaan tidak lagi sekadar tentang menyelesaikan target. Ada rasa memiliki dan kesadaran bahwa setiap upaya yang dilakukan berkontribusi pada tujuan yang lebih besar.

Menjawab Tantangan Baru Generasi Muda

Semangat tersebut tercermin dalam arah baru Indika Foundation. Sejak berdiri pada 2017, Indika Foundation dikenal melalui berbagai inisiatif yang mendorong toleransi dan kohesi sosial. Fokus tersebut lahir dari kebutuhan Indonesia pada masa ketika isu polarisasi dan ekstremisme menjadi perhatian bersama. Memasuki 2026, organisasi kembali melakukan refleksi. Tantangan yang dihadapi generasi muda telah berkembang dan membutuhkan pendekatan yang berbeda. Dari proses tersebut lahirlah dua fokus utama. Pilar pertama adalah membangun generasi muda sebagai agen perubahan untuk menciptakan positive peace, sebuah masyarakat yang inklusif, setara, sehat, dan berdaya. Melalui berbagai program, anak muda tidak hanya diajak memahami isu sosial, tetapi juga belajar memimpin diri sendiri, berkolaborasi, dan menghadirkan perubahan di komunitasnya. Pilar kedua berfokus pada peningkatan akses terhadap peluang kerja global yang formal, aman, dan bermartabat. Melalui inisiatif seperti Langkah Global, Indika Foundation membantu generasi muda mendapatkan informasi yang utuh mengenai peluang bekerja di luar negeri serta kompetensi yang perlu dipersiapkan. “Bukan berarti semua orang harus bekerja ke luar negeri. Yang terpenting adalah mereka memiliki informasi yang benar sehingga bisa menentukan pilihan secara sadar,” jelas Aprida.

Ketika Dampak Harus Bisa Dirasakan

Bagi Aprida, niat baik perlu diikuti dengan cara kerja yang disiplin dan terukur dampaknya. Karena itu, Indika Foundation menggunakan berbagai pendekatan untuk memastikan setiap program benar-benar memberikan manfaat. Mulai dari Kirkpatrick Framework untuk melihat perubahan pada peserta, Social Return on Investment untuk mengukur nilai sosial yang dihasilkan, hingga budaya Kaizen yang mendorong evaluasi dan perbaikan berkelanjutan. Namun pada akhirnya, semua pengukuran itu bermuara pada satu pertanyaan sederhana. “Apakah program ini benar-benar memberi manfaat bagi orang yang kami layani?” Pertanyaan tersebut menjadi pengingat bahwa dampak tidak hanya tentang angka, tetapi tentang perubahan nyata yang dirasakan oleh manusia di balik setiap program.

Bertumbuh Melalui Kolaborasi

Bagi Indika Foundation, tantangan sosial terlalu besar untuk diselesaikan sendiri. Karena itu, kolaborasi menjadi bagian penting dari cara organisasi bekerja. Bersama pemerintah, komunitas, lembaga pendidikan, sektor swasta, hingga organisasi internasional, Indika Foundation berupaya menghubungkan berbagai kekuatan untuk menciptakan dampak yang lebih luas. Semangat ini juga sejalan dengan budaya di Indika Energy Group. Di tengah dunia yang terus berubah, kemampuan untuk bekerja lintas fungsi dan lintas organisasi menjadi kunci untuk menghadirkan solusi yang berkelanjutan.

Di era teknologi dan kecerdasan buatan, Aprida percaya bahwa hal paling berharga dalam kepemimpinan tetaplah manusia. Data dapat membantu mengambil keputusan. Teknologi dapat mempercepat proses. Namun empati, kepedulian, dan kemampuan memahami kebutuhan orang lain adalah hal yang tidak tergantikan. Sebab pada akhirnya, dampak tidak diukur dari seberapa banyak program dijalankan, melainkan dari seberapa banyak kehidupan yang ikut berubah.

Menggerakkan Dampak Bersama

Perjalanan Indika Foundation membawa satu pesan sederhana bagi seluruh Indy Fellas: setiap orang memiliki kesempatan untuk berkontribusi. Kontribusi tidak selalu hadir dalam bentuk program besar. Berbagi pengalaman, membuka jejaring, menjadi mentor, mendukung kegiatan komunitas, atau sekadar menyebarkan informasi yang bermanfaat juga dapat menjadi awal dari perubahan. Melalui kepemimpinan Aprida Sondang, Indika Foundation mengingatkan bahwa perubahan sering kali dimulai dari langkah-langkah sederhana: kesediaan untuk mendengar, bekerja bersama dan menggunakan peran yang kita miliki untuk membantu orang lain bertumbuh. Karena pada akhirnya, leading with purpose and impact bukan hanya tentang memimpin sebuah organisasi. Ini adalah tentang bagaimana setiap individu memilih untuk menggunakan perannya demi menghadirkan manfaat yang lebih besar bagi sesama.