Strategi Meraih Lailatul Qadar di Tengah Kesibukan

10 hari terakhir merupakan malam dimana doa kita banyak diijabah.

Sebanyak kurang lebih 50 karyawan Indika Energy Group berkumpul dengan penuh antusias dalam kajian yang diselenggarakan oleh Human Capital Indika Energy pada tanggal 12 Maret 2026. Fokus utama pertemuan siang itu adalah menyimak tausiyah mendalam dari Ustadz Muhammad Khalid Syar’i mengenai strategi spiritual “Menjemput Keberkahan 10 Malam Terakhir Ramadan di Tengah Aktivitas Kerja.”

Di tengah kesibukan profesional, kajian ini menjadi pengingat bahwa dedikasi pada pekerjaan dan pengabdian pada Sang Pencipta bisa berjalan beriringan. Berikut adalah intisari dan panduan praktis dari pemaparan beliau untuk kita semua yang ingin “menjemput takdir indah” di sela-sela rutinitas harian.

Mengapa Lailatul Qadar Begitu Spesial?

Allah SWT secara khusus menurunkan Surat Al-Qadr untuk memuliakan malam ini. Bayangkan, satu malam yang nilainya lebih dari 1.000 bulan atau setara dengan 83 tahun ibadah. Sebagai perbandingan, Nabi Nuh AS memerlukan waktu 950 tahun untuk berdakwah, namun kita diberikan “bonus” oleh Allah untuk menyamai pahala umur panjang tersebut hanya dalam satu malam.

Ustadz Khalid menjelaskan tiga makna mendalam dari Lailatul Qadar:

  1. Asy-Syarh (Kemuliaan): Tidak ada malam yang lebih mulia di jagat raya selain malam ini.
  2. Malam Takdir: Berdasarkan Surat Ad-Dukhan, Allah menurunkan takdir tahunan manusia kepada malaikat. Jika kita sedang beribadah saat takdir diturunkan, bayangkan betapa indahnya catatan hidup kita setahun ke depan.
  3. Malam yang “Sempit”: Saking banyaknya malaikat yang turun ke bumi untuk menyalami hamba-hamba-Nya, dunia seolah terasa sempit.

Strategi “Mengencangkan Ikat Pinggang” di Tengah Kerja

Nabi Muhammad SAW mencontohkan untuk “mengencangkan ikat pinggang” di sepuluh hari terakhir. Beliau fokus beri’tikaf dan tidak menemui istri-istrinya demi mengejar keridaan Allah. Bagi kita yang bekerja, bagaimana caranya?

  1. Manfaatkan Waktu Sejak Maghrib

Ingat, Lailatul Qadar dimulai sejak matahari terbenam (waktu Maghrib), bukan hanya saat tengah malam. Mulailah menjaga lisan, pikiran, dan hati sejak jam pulang kantor atau saat berbuka.

  1. Pola Tidur dan Salat ala Nabi Daud

Untuk menjaga stamina kerja sekaligus ibadah, Ustadz menyarankan pola: Tidur dulu – Salat Malam – Tidur lagi – Sahur dan Salat Subuh tepat waktu. Ini adalah sebaik-baiknya pola yang dicontohkan untuk menjaga kualitas fisik dan spiritual.

  1. Tiga Amalan Unggulan

Jangan biarkan kesibukan membuat tangan kita kosong. Fokuslah pada tiga hal ini:

  • Salat: Amalan yang paling dicintai Allah. Pastikan salat wajib tak terlewat dan hidupkan salat sunnah (Tarawih, Tahajud, Witir).
  • Qiro’atul Quran: Pasang target membaca Al-Quran. Niatkan dengan sungguh-sungguh, sebagaimana Nabi SAW tadarus bersama Malaikat Jibril.
  • Berdoa: Ini adalah momen “aji mumpung” karena Allah melipatgandakan amalan. Doa utama yang diajarkan adalah:

“Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni” > (Ya Allah, Engkau Maha Pengampun dan menyukai pengampunan, maka ampunilah aku).

Semoga kita semua mendapatkan keutamaan Lailatul Qodar dan bertemu kembali dengan Ramadan di tahun yang akan datang.