Kisah Talenta Muda yang Tumbuh Bersama Beasiswa Kideco Gemilang

Tanggal Terbit30 September 2026
Sejak 2014, Program Beasiswa Kideco Gemilang telah membuka jalan bagi 102 putra-putri Paser menembus perguruan tinggi terkemuka, dan sebagian di antaranya kini mengharumkan nama daerah hingga ke kancah internasional.

Pendidikan adalah investasi jangka panjang, dan PT Kideco Jaya Agung (Kideco) memahami hal itu dengan baik. Melalui Program Beasiswa Kideco Gemilang, perusahaan terus mewujudkan komitmennya untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di Kabupaten Paser. Hingga kini, sebanyak 102 mahasiswa asal Paser telah terbantu untuk menempuh pendidikan di berbagai perguruan tinggi terkemuka di Indonesia.

Beasiswa ditujukan bagi mahasiswa aktif semester 1 dan 3 asal Kabupaten Paser. Seleksinya menilai dua hal utama, yaitu prestasi akademik dan komitmen untuk kembali berkontribusi bagi daerah asal. Melalui program ini, Kideco memperluas akses pendidikan tinggi sekaligus menyiapkan talenta muda Paser yang mampu bersaing dan siap menghadapi tantangan dunia industri. 

Hasilnya mulai terlihat. Dua kisah berikut menunjukkan seberapa jauh putra-putri Paser bisa melangkah ketika diberi kesempatan.

Fathia Ghaida Tsuraya: Menggerakkan Perubahan Lewat Kolaborasi

Fathia Ghaida Tsuraya adalah mahasiswi Universitas Indonesia asal Paser yang menjadi penerima Beasiswa Kideco Gemilang x CSR Paser periode 2023–2026. Menurutnya, beasiswa ini membuatnya bisa lebih fokus menjalani perkuliahan. Lebih dari itu, beasiswa tersebut juga menumbuhkan tekadnya untuk kelak memberi manfaat bagi tanah kelahirannya.

Selama kuliah, Fathia aktif mengasah diri di bidang pemberdayaan masyarakat, kepemudaan, kemitraan, dan komunikasi. Salah satu pencapaiannya adalah memenangkan kompetisi proposal program CSR internal di antara sesama penerima beasiswa. Dalam kompetisi itu, ia mengusulkan program pendidikan seks komprehensif bagi remaja yang berfokus pada pencegahan kekerasan seksual, peningkatan kesadaran kesehatan reproduksi, dan penciptaan lingkungan belajar yang aman.

Kiprahnya tidak berhenti di situ. Fathia pernah menjadi fasilitator diskusi kelompok terarah (FGD) bersama perempuan nelayan untuk memetakan kebutuhan dan tantangan komunitas pesisir. Sebagai Director of Public Relations HopeHelps Universitas Indonesia, ia membangun lebih dari 15 kemitraan dan MoU dengan organisasi komunitas, serta memimpin kerja sama dengan lebih dari 60 organisasi mahasiswa.

Berbagai pengalaman tersebut membentuk Fathia menjadi generasi muda yang piawai membangun kolaborasi, merangkul para pemangku kepentingan, dan merancang program yang berorientasi pada pemberdayaan masyarakat serta pengembangan generasi muda.

Muhammad Zair Baitil Atiq: IPK Sempurna hingga Panggung Eropa

Jika Fathia bersinar lewat kerja-kerja sosial, Muhammad Zair Baitil Atiq mencatatkan prestasi akademik yang luar biasa. Putra daerah Paser ini menyelesaikan studi Sarjana Hubungan Internasional di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) pada 2026 dengan IPK sempurna 4,00. Ia pun dinobatkan sebagai Best Graduate dengan IPK tertinggi di UMM.

Selama masa kuliah pada 2022–2026, Zair tidak hanya berkutat dengan buku. Ia aktif mengembangkan kapasitasnya di bidang akademik, kepemimpinan, kewirausahaan, dan kegiatan sosial. Deretan prestasinya di tingkat nasional maupun internasional pun cukup panjang. Ia meraih Juara 2 kategori Best Presentation pada Indonesian Foreign Policy Review Competition 2023, Juara 1 Lomba Debat Nasional Eunonia Brawijaya 2024, serta Juara 2 Saudagar Dahlan Muda 2025. Di level internasional, ia dinobatkan sebagai Best Delegate sekaligus Juara 1 Social Project pada Istanbul Youth Summit 2024.

Puncaknya, Zair terpilih sebagai penerima Erasmus+ Student Mobility yang didanai Uni Eropa. Melalui program ini, ia berkesempatan belajar di University of Minho, Braga, Portugal, pada Februari hingga Juni 2026.

Di luar kampus, Zair juga membuktikan kepeduliannya terhadap akses pendidikan. Ia merupakan Co-Founder sekaligus General Manager Conatus Academy, lembaga kursus bahasa Inggris yang menyediakan beasiswa dan biaya kursus terjangkau agar lebih banyak orang bisa belajar.

Kisah Fathia dan Zair adalah gambaran nyata dari tujuan Beasiswa Kideco Gemilang, yaitu mencetak talenta muda yang berprestasi, berdaya saing, dan tidak melupakan akarnya. Dari ruang kuliah di Depok dan Malang hingga ruang kelas di Portugal, putra-putri Paser membuktikan bahwa kesempatan yang tepat mampu membawa mereka jauh, dan membawa pulang manfaat yang lebih besar bagi daerahnya.

BAGIKAN